Cuaca tanggal 23-03-2009 sungguh aneh ..

Siang-siang tanggal 23-03-2009 , gw lagi temenin temen gw makan pempek di toko pempek nyokap gw , sekalian promosi .. hahahaha .. ,
alamat rumah gw di permata palem , cengkareng..

Siang-siang ne , panasss banget .. gw lagi asik goreng pempek .. tiba-tiba ada denger bunyi .. tes.. tes..

eh ujan ??! pikir gw .. bah , siang-siang cerah gini ujan cui …
ne gw sempet poto-potoin .. hahaha ..

Free image hosting at imagecave.com
Cuaca siang yang panas.

Free image hosting at imagecave.com
Tetesan ujan di motor gw.

Free image hosting at imagecave.com
Tetesan ujan di depan rumah tetangga gw.

Free image hosting at imagecave.com
Tetesan ujan di depan jalan raya rumah gw.

huft.. abis itu ada ujan gede lagi .. tepatnya sih..
HUJAN ES

ntar gw share video nya gw .. hahhaa.. lagi di upload di youtube.. ^^

ne dia video nya di depan rumah gw .. hahaha .. 

 

Bookmark and Share

No comment »

Earth Hour Indonesia , 28 maret 2009 , 20.30-21.30

yak , di atas itu video “EARTH HOUR” yang di adain di beberapa negara tahun-tahun lalu . Earth hour ini di adain demi ngedukungnya Stop Global Warming yang harus di lakukan semua warga dunia . Coba aja bayangin , kalo global warming terjadi . Apa yang akan terjadi pada generasi penerus kita X(

Yah , Earth Hour ini ga terlalu di paksa sih . Tapi kesadaran kita masing-masing . Eh ia lupa , earth hour itu tuh tindakan kita matiin semua alat-alat listrik yang kita pake , bahkan lampu rumah , cas-an hape dll . Kalo perlu kita turunin sekring rumah kita . hahaha .

Dengan cukup 1 jam , kota Jakarta membantu Earth Hour . Itu udah sangat membantu dalam Stop Global Warming . GO GREEN!

 

btw , earth hour di adain tanggal 28 maret 2009 , pukul 20.30-21.30

MARI DUKUNG STOP GLOBAL WARMING !

TENKS.

Bookmark and Share

No comment »

Jangan sampai terlambat untuk mengatakan.

guys , waktu gw lagi asik-asik ngotak-ngatik forum kesayangan gw , and kesayangan yang laen juga tentunya , KASKUS , gw ada baca tentang thread ini . And gw dapet cerita-cerita yang menggugah hati (cie elah bahasa gw .. LOL ) ..

ya udah , gw mw berbagi aja ma kalian semua . kan lumayan kalo pada loM baca ^^

Gw copas deh ..

 

As I sat there in English class,
I stared at the girl next to me
She was my so called ‘best friend ‘
I stared at her long, silky hair,
and wished she was mine
But she didn’t notice me like that,
and I knew it…
After class, she walked up to me and
asked me for the notes
she had missed the day before
I handed them to her
She said ‘thanks’ and left…
I want to tell her, I want her to know
that I don’t want to be just friends,
I love her but I’m just too shy,
and I don’t know why…

11th Grade…

The phone rang…On the other end,
it was her…She was in tears,
mumbling on and on about how her
love had broke her heart
She asked me to come over because
she didn’t want to be alone, So I did
As I sat next to her on the sofa,
I stared at her soft eyes, wishing she was mine
After 2 hours, one Drew Barrymore movie,
and three bags of chips, she decided to go home
She looked at me, said ‘thanks’ and left…
I want to tell her, I want her to know that
I don’t want to be just friends,
I love her but I’m just too shy,
and I don’t know why…

Senior year…

One fine day she walked to my locker
“My date is sick” she said, “hes not gonna go well”,
I didn’t have a date, and in 7th grade,
we made a promise that if neither of us had dates,
we would go together just as ‘best friends’
So we did…That night, after everything was over,
I was standing at her front door step
I stared at her as She smiled at me
and stared at me with her crystal eyes
Then she said- “I had the best time, thanks!” and
left…
I want to tell her,
I want her to know
that I don’t want to be just friends,
I love her but I’m just too shy,
and I don’t know why…

Graduation…

A day passed, then a week, then a month
Before I could blink, it was graduation day
I watched as her perfect body floated like an angel
up on stage to get her diploma
I wanted her to be mine-but
she didn’t notice me like that, and I knew it
Before everyone went home,
she came to me in her smock and hat,
and cried as I hugged her
Then she lifted her head from my shoulder
and said- ‘you’re my best friend, thanks’ and left…
I want to tell her, I want her to know
that I don’t want to be just friends,
I love her but I’m just too shy,
and I don’t know why…

Marriage…

Now I sit in the pews of the church
That girl is getting married now
and drive off to her new life,
married to another man
I wanted her to be mine,
but she didn’t see me like that,
and I knew it…
But before she drove away,
she came to me and said ‘you came! ‘
She said ‘thanks’ and left…
I want her to know that
I don’t want to be just friends,
I love her but I’m just too shy,
and I don’t know why…

Death…

Years passed, I looked down at the coffin
of a girl who used to be my ‘best friend’.
At the service, they read a diary entry
she had wrote in her high school years
This is what it read:
“I stare at him wishing he was mine;
but he doesn’t notice me like that,
and I know it. I want to tell him,
I want him to know that
I don’t want to be just friends,
I love him but I’m just too shy,
and I don’t know why…
I wish he would tell me he loved me ! ”
…’I wish I did too’…
I thought to my self, and I cried…..

” Do yourself a favour, tell her/him you love them…
They won’t be there……………….Forever

 ========================================================

Cerita kedua .

Aku mempunyai seorang pacar yang tumbuh besar bersamaku.
Namanya Jin.

Aku selalu menganggapnya sebagai seorang teman, sampai tahun lalu ketika kami bersama-sama camping dalam suatu kegiatan pramuka. Aku menyadari bahwa aku telah jatuh cinta dengannya. Sebelum camp itu berakhir, aku mengambil langkah dan mengakui perasaanku kepadanya. Dan tidak lama kemudian, kami menjadi sepasang kekasih.

Tetapi kita mengasihi satu sama lain dengan cara yang berbeda.

Aku selalu memikirkan dirinya. Hanya dia yang ada dalam pikiranku. Tetapi dalam pikirannya, terdapat begitu banyak perempuan.
Bagiku, dia adalah satu-satunya. Namun bagi dia, mungkin aku hanyalah seorang wanita biasa…

“Jin, kamu mau pergi nonton bioskop?” Aku bertanya.
“Aku ngga bisa.”
“Kenapa? Kamu harus belajar ya di rumah?” Aku merasakan sedikit kekecewaan.
“Bukan… Aku mau pergi ketemuan sama teman…”

Dia selalu seperti itu. Baginya, aku hanyalah seorang ‘pacar’. Kata ‘cinta’ hanya keluar dari mulutku. Sejak aku mengenalnya, aku tidak pernah mendengar dia berkata “Aku mencintaimu”. Tidak pernah ada perayaan anniversary dalam hubungan kita. Bahkan mungkin dia sudah lupa dengan hari jadi kita.
Sejak hari pertama, dia tidak pernah mengucapkan “Aku cinta padamu”. Ini terus berlanjut sampai 100 hari … … 200 hari….
Dan setiap kali dia mengantar aku pulang, sebelum kita berpisah, dia hanya memberikan aku sebuah boneka. Setiap hari… tidak pernah sekalipun lupa. Aku tidak tahu mengapa dia melakukan itu…

Kemudian pada satu hari, sebelum kita berpisah…

Aku: “Umm, Jin, aku …”
Jin: “Apa? Jangan berhenti.. Katakan saja.”
Aku: “AKu mencintaimu.”
Jin: “… … … kamu… … sudah, bawa saja boneka ini dan pulanglah.”

Itulah bagaimana caranya menghiraukan kata-kata “Aku mencintaimu” dari mulutku dan memberikan sebuah boneka. Lalu dia menghilang, sepertinya berusaha lari dariku. Boneka yang aku terima darinya tiap hari, mengisi penuh kamarku.
Ada banyak….

Kemudian datang satu hari, hari ulang tahunku yang ke 15.
Ketika aku bangun di pagi hari, aku memikirkan sebuah pesta dengannya dan menunggu telpon darinya di dalam kamar.
Tetapi…. jam makan siang telah lewat, makan malam telah berlalu dan langit telah menjadi gelap … Dia masih belum menelepon..
Lalu sekitar jam 2 pagi, dia tiba-tiba menelepon dan membangunkanku dari tidur. Dia mengatakan kepadaku untuk segera keluar dari rumah. Aku tetap merasakan kebahagiaan mendengarkan panggilannya dan segera lari ke luar rumah dengan gembira.

Aku: “Jin…”
Jin: “Ini … … ambillah.”

Sekali lagi, dia memberikanku sebuah boneka kecil.

Aku: “Apa ini?”
Jin: “Aku belum kasih boneka ini kemarin. Jadi aku kasih sekarang. Aku pulang dulu ya… Bye…”
Aku: “Tunggu, tunggu! Kamu tahu hari ini hari apa?”
Jin: “Hari Ini? Huh?”

Aku merasa begitu sedih, aku pikir dia akan ingat hari ulang tahunku. Tapi ternyata tidak.
Ia berpaling dan berjalan seakan-akan tidak ada apa-apa. Lalu aku berteriak: “Tunggu …”
Jin: “… ….Ada yang perlu kamu omongin?”
Aku: “Katakan! Katakan kalau kamu mencintaiku…”
Jin: “Apa?!”
Aku: “Katakanlah… … …”

Aku merasa begitu sedih, tertekan, dan kecewa. Dia hanya berucap kata-kata dingin lalu pergi.
“Aku ga mau bilang semudah itu kalau aku mencintai seseorang. Tapi kalau kamu benar-benar putus asa untuk mendengarkannya, ..carilah orang lain.”
Itulah kata-kata dingin yang diucapkannya sebelum dia lari menjauh. Kakiku terasa kaku, seketika aku jatuh ke tanah.
Dia tidak mau mengatakannya semudah itu… bagaimana dia bisa seperti itu….. mungkin, mungkin dia bukan orang yang tepat buatku…

Sebulan telah berlalu, aku sendiri masih bersama dengannya dan pergi ke sekolah bersama-sama. Tapi apa yang membuat rasa sakitku muncul adalah… aku melihat dia berjalan dengan … perempuan lain … Dia sambil tersenyum di wajahnya, senyum yang tidak pernah ia tunjukkan padaku …

Aku langsung berlari ke rumah dan melihat boneka-boneka di kamarku.. dan air mata menetes.. Mengapa dia memberikan ini semua kepadaku. Mungkin boneka boneka ini berasal dari beberapa teman perempuannya.
Dalam kemarahan yang mendalam, aku melemparkan boneka-boneka itu ke sekitarku.
Kemudian tiba-tiba telepon berdering. Ternyata itu telepon darinya. Dia mengatakan kepadaku untuk datang ke bus stop di luar rumah. Aku mencoba untuk menenangkan diri dan berjalan ke bus stop. Aku tetap mengingatkan diri bahwa aku akan melupakannya… bahwa ini semua akan segera berakhir..
Kemudian ia datang ke hadapanku, memegang sebuah boneka besar.

Jin: “Jo, aku pikir kamu tidak akan datang.”
Aku tidak bisa membencinya. Aku mencoba berpura-pura bertingkah seperti biasa dan menganggap tidak ada yang terjadi.
Tapi ternyata, dia memegang sebuah boneka. Sama seperti biasanya.
Aku: “Aku tidak butuh itu lagi.”
Jin: “Apa? … …Kenapa?”
Lalu aku mengambil boneka dari tangannya dan melemparkan boneka itu ke jalan.
Aku: “Aku tidak butuh boneka ini, aku tidak membutuhkannya lagi!! Aku tidak mau lagi melihat orang seperti dirimu!”
Aku mengatakan semuanya. Semua hal yang ada dalam pikiranku saat itu. Tapi tidak seperti biasanya, ia terlihat sangat terkejut. Matanya bergemetar.
“Maafkan aku..” Dia meminta maaf dalam suara yang kecil.
Kemudian ia berjalan untuk mengambil boneka yang aku lempar itu di jalanan.
Aku: “Bodoh kamu. Mengapa kamu mengambilnya? Buang saja boneka itu!”
Tapi ia tidak mendengarkan kata-kataku. Ia menghiraukanku dan tetap berjalan mengambil boneka itu.

TIN!!..TIN!!..TIN!!~
Dengan suara klakson yang kencang, sebuah truk melaju kencang kearahnya.

“Jin! Awas!! Pergi dari situ!!” Teriakku.. Tapi ia tidak mendengarkanku dan membungkuk untuk mengambil bonekanya.
“Jin!! Minggirlah!!”
TIIIINNN!!!!..
“Braakkk!!!”
Itulah bagaimana dia pergi dariku. Pergi tanpa membuka kedua matanya untuk mengucapkan kata-kata terakhirnya kepadaku.

Setelah hari itu, aku harus melewati hari-hariku dengan perasaan bersalah dan kesedihan akan kehilangan dirinya. Dan setelah melewati dua bulan seperti orang gila, aku mengambil boneka-bonekanya.
Boneka-boneka itu adalah satu-satunya peninggalan darinya untukku semenjak hari pertama kita berpacaran.
Lalu aku teringat hari-hari yang telah kuhabiskan dengannya dan mulai menghitung hari-hari dimana kita masih bersama-sama…
“Satu … dua … tiga …” Itulah bagaimana aku mencoba menghitung semua boneka itu.
“Empat ratus delapan puluh empat … empat ratus delapan puluh lima …” Itu semua berakhir dengan 485 boneka.
Aku kemudian mulai menangis lagi, dengan boneka di tanganku. Aku memeluk erat-erat boneka itu, dan tiba-tiba…

“I love you ~, I love you ~” Aku terkejut dan menjatuhkan boneka itu.
“I…lo..ve..you?” Aku lalu mengambil boneka itu dan mencoba menekan perut boneka itu.
“I love you ~ I love you ~” Mustahil! Kemudian aku menekan semua perut boneka-boneka itu..
“I love you ~”
“I love you ~”
“I love you ~”
Kata-kata tersebut datang tanpa henti. I..love..you …
Mengapa aku tidak menyadarinya. Di dalam hatinya selalu ada aku. Dia selalu berusaha melindungiku. Mengapa aku tidak menyadari bahwa dia mencintaiku seperti ini…
Aku mengambil boneka di bawah tempat tidurku dan menekan perutnya. Ini adalah boneka yang terakhir, boneka yang aku lempar di jalanan itu. Masih ada bercak darahnya di boneka itu.
Suara itu kemudian keluar dari boneka itu. Suara yang tidak pernah aku lupakan..

“Jo… Kamu tau hari ini hari apa? Kita telah saling jatuh cinta selama 486 hari. Kamu tahu, aku tidak bisa mengatakan aku mencintaimu….umm…itu semua karena aku malu untuk mengatakannya.
Kalau kamu mau memaafkanku dan mengambil boneka ini, aku berjanji akan mengatakan ‘Aku mencintaimu’ setiap hari.. setiap hari sampai aku mati Jo.. Aku mencintaimu…”

Air mata mengalir deras di wajahku.
Mengapa? Mengapa? Aku bertanya Tuhan.. Mengapa aku baru mengetahui ini semua sekarang?

Dia tidak berada di sisiku lagi.
Tetapi aku tahu kalau dia mencintaiku sampai detik terakhirnya..
Untuk itu… dan untuk alasan itu… … …menjadi pacuan semangat dalam hidupku..untuk terus berusaha dalam kehidupan yang indah ini.

Sumber : -kaskus-

Bookmark and Share

No comment »

Hei all ..

Welcome .. ini blog kedua gw setelah bLog gw di wordpress.. Tapi yang di wordpress gw dah ga jalan .. hahaha .. tiba-tiba males .. xD

 

semoga aja blog yang di ef es ini ga senasib ma yang di wordpress ya … xD

hahahaha .. soalnya kan gw rajin buka ef es. . siapa tau malah jadi rame.. ^^

Bookmark and Share

No comment »